ERANUSA: POLTERA UNTUK NUSANTARA, “SOLUSI NYATA, JEMBATAN INOVASI MENUJU KOLABORASI BERKELANJUTAN”

Politeknik Negeri Madura (POLTERA) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan vokasi dan dunia industri melalui kegiatan Rapat Tahunan Dewan Penasihat Industri (Annual Meeting, Industrial Advisory Board ) dengan tema besar “TERANUSA (Poltera untuk Nusantara): Solusi Nyata, Jembatan Inovasi Menuju Kolaborasi Berkelanjutan.”

Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai mitra industri dari berbagai sektor sesuai dengan Program studi di poltera yang selama ini telah bekerja sama dengan dalam bidang penelitian, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Sistem Informasi saat menyampaikan laporan kegiatan

Acara dibuka dengan laporan kegiatan oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Ir. Akhmad Arif Kurdianto, S.ST., M.T., menyampaikan capaian riset serta inovasi unggulan Poltera yang siap dikolaborasikan dan dimanfaatkan oleh dunia industri.

Dalam laporannya, disampaikan beberapa produk inovatif hasil riset sivitas akademika Poltera, antara lain Kapal PVC, Ambulans Tiga Roda, NAVINATA : Electric Outboard Motor, serta berbagai prototipe dan teknologi terapan lainnya. Selain menampilkan hasil inovasi, laporan tersebut juga menegaskan target kegiatan ini, yakni perluasan dampak produk inovasi Poltera melalui Forum Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan mitra industri dengan dukungan keilmuan serta sarana prasarana yang dimiliki Poltera.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri Vokasi Tahun 2025, dengan salah satu luaran utamanya adalah pengembangan Teaching Factory (TEFA) Mesin Kapal Listrik.

Direktur Poltera menyampaikan sambutan dan membuka acara

Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Negeri Madura,  Laily Ulfiyah, M.T., menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan kebutuhan dan tantangan industri dengan kapasitas akademik dan riset yang dimiliki kampus vokasi.

“Kami berharap forum ini dapat menghasilkan pemetaan permasalahan yang konkret sesuai dengan kendala yang terjadi pada mitra, serta merumuskan langkah-langkah kolaboratif yang dapat diterapkan secara berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi vokasi dan mitra industri bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga tentang membangun ekosistem inovasi yang saling menguatkan,” ujar Direktur Poltera.


Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa Poltera hadir bukan hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai mitra strategis industri yang siap “belanja masalah” dari dunia usaha dan industri, kemudian menerjemahkannya menjadi solusi nyata melalui riset dan inovasi dosen serta mahasiswa.

Poltera dan Industri melaksanakan diskusi

Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat Industri Poltera, Ir. Anita Puji Utami, S.T. yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Adiluhung Saranasegara Indonesia, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Poltera atas konsistensinya melibatkan dunia industri dalam setiap proses pengembangan kampus.

“Sejak awal, Poltera selalu membuka ruang kolaborasi yang nyata dengan industri. Di bawah kepemimpinan Ibu Laily, kami melihat banyak terobosan-terobosan baru yang berdampak positif. Kami dari industri siap untuk terus berkolaborasi dengan Poltera dalam berbagai bidang,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan Forum Group Discussion (FGD) antara mitra industri dan masing-masing jurusan di Poltera, yang dipimpin langsung oleh para Ketua Jurusan. Diskusi ini menjadi ruang konkret bagi Poltera dan mitra untuk merumuskan langkah strategis dalam mengembangkan produk inovasi dan memecahkan tantangan industri secara bersama.

kompak : Direksi Poltera foto bersama dengan Mitra Industri

Melalui kegiatan bertema TERANUSA, Poltera menegaskan perannya sebagai jembatan inovasi yang menjangkau seluruh Nusantara, membawa solusi nyata melalui kolaborasi berkelanjutan antara dunia pendidikan vokasi dan dunia industri.